Meningkatkan Kapasitas Penilik Dan Pamong Belajar, BP PAUD Dan Dikmas NTT Laksanakan Diskusi Daring Pengusulan Angka Kredit

 

KUPANG – Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Nusa Tenggara Timur (BP PAUD dan Dikmas NTT) melaksanakan kegiatan Diskusi Daring Peningkatan Kapasitas Penilik dan Pamong Belajar dengan Pengusulan Angka Kredit Pada Masa Pandemi, Selasa (16/6/2020).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BP PAUD dan Dikmas NTT, Maria B. Advensia, SH., M.Hum., sekaligus memaparkan materi Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Penilik.

Jabatan fungsional Pamong Belajar mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggungjawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, pengkajian program, dan pengembangan model pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) pada UPT/UPTD dan satuan PNFI sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang diduduki oleh PNS.

Jabatan fungsional Penilik mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggungjawab, wewenang untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Kesetaraan dan Keaksaraan, serta kursus pada jalur pendidikan nonformal dan informal (PNFI) peraturan Perundang-undangan yang diduduki oleh PNS.

 

Pada kesempatan ini, Kepala BP PAUD dan Dikmas NTT juga memaparkan kriteria dan permasalahan jabatan fungsional, mekanisme pengelolaan dan penilaian angka kredit, masalah dalam penilaian angka kredit, angka kredit pamong belajar dan penilik, serta penilaian angka kredit berbasis online.

Langkah kongkret pederhanaan birokrasi antara lain dengan penataan organisasi, penataan jabatan fungsional, dan transformasi jabatan. Penataan organisasi adalah menentukan kriteria penyederhanaan birokrasi, mengindentifikasi unit yang dapat/tidak dapat disederhanakan, menyusun peraturan Perundang-undangan untuk penataan organisasi, dan melaksanakan transformasi (peralihan jabatan struktural ke fungsional). Penataan Jabatan Fungsional yakni dengan menyesuaikan regulasi tentang  Jabatan Fungsional yang komprehensif (menambahkan informasi faktor jabatan pada tugas manajerial/decision making, sehingga 1 jenjang ada beberapa kelas jabatan), menyelaraskan kelas Jabatan, menyusun Peraturan Perundangan mengenai Jabatan & Pangkat ASN, dan menyelaraskan tunjangan Jabatan Fungsional dengan tunjangan Jabatan Struktural (jika masih dimungkinkan). Transformasi jabatan yakni menyusun peraturan perundang-undangan penyederhanaan birokrasi, memetakan jabatan dan pejabat struktural yang terkena dampak, memetakan jabatan fungsional yang dapat dan dibutuhkan untuk menampung peralihan jabatan, menyelaraskan kebutuhan anggaran setiap instansi pemerintah, menetapkan masa transisi peralihan, dan transformasi jabatan dilakukan secara nasional seluruh instansi pemerintah.

Pemaparan materi kedua oleh Kepala Sub Bagian Umum, Felipus Merukh, SH., tentang Manajemen Pengusulan Angka Kredit bagi Pamong Belajar dan Penilik. Pada pemaparan ini, Kepala Sub Bagian Umum juga menyampaikan kegiatan dan kriteria penilik dan pamong belajar yang dapat dinilai angka kreditnya dan bukti-bukti fisik apa saja yang harus disiapkan.

Penilaian dan Penetapan angka kredit terhadap setiap Pamong Belajar dan Penilik dilakukan paling kurang 1 (satu) kali dalan setahun. Sedangkan, penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat Pamong Belajar dan Penilik dilakukan paling kurang 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil

Kepala Sub Bagian Umum juga menjelaskan mengenai Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Menteri Pendidikan dan kebudayaan atau Pejabat Eselon I yang ditunjuk bagi Pamong Belajar Madya, Pangkat Pembina Tk. I, golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c dan Penilik Madya Pangkat Pembina TK. I golongan ruang IV/b sampai dengan Penilik Utama Pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d. Lalu, Direktur atau Pejabat Eselon II yang membidangi Pamong Belajar bagi Pamong Belajar Pertama Pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Pamong Belajar Madya golongan ruang IV/a di lingkungan UPT Pusat/Balai. Terakhir Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota bagi Pamong Belajar Pertama Pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Pamong Belajar Madya Pangkat Pembina golongan ruang IV/a dan Penilik Pertama Pangkat Penata Muda TK. I golongan ruang III/b sampai dengan Penilik Madya Pangkat Pembina golongan ruang IV/a.

Syarat pengusulan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah harus ada surat pengantar pengusulan, DUPAK, dan lampiran DUPAK yang terdiri dari SK pangkat terakhir, SK jabatan terakhir, PPK 2 tahun terakhir, PAK terakhir, foto copy legalisir ijazah terakhir, bukti fisik diklat dan surat pernyataan tentang pelaksanaan diklat, bukti fisik pelaksanaan tugas pokok dan surat pernyataan pelaksanaan tugas pokok, bukti fisik pengembangan profesi dan surat penyataan pelaksanaan pengembangan profesi, dan yang terakhir adalah bukti fisik unsur penunjang dan surat pernyataan tentang unsur penunjang.

Materi ketiga dipaparkan oleh Koordinator Pamong Belajar BP PAUD dan Dikmas NTT, Drs. Abdul Hamid, M.Pd., tentang Pengusulan Angka Kredit Pamong Belajar dan Penilik secara online.

Diunggah oleh: Tim Pengelola laman BP PAUD dan Dikmas NTT

Statistik Pengunjung

2.png9.png8.png8.png0.png
Today201
Yesterday256
This week790
This month3135
Total29880

Who Is Online

2
Online