JAKARTA - Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikbud, Dr Muhammad Hasbi mengatakan dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan runtuhnya kondisi perekonomian dan sosial banyak keluarga yang orangtuanya terdampak misalnya terkena pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan, berkurang pendapatanya diharapkan tidak membuat anak-anak PAUD kehilangan kegembiraan atau menjadi korban.

Karena itu, lanjut Direktur PAUD dalam webinar serial Orangtua Berbagi, Rumahku Sekolahku pihaknya mendukung peran Dukungan Psikologi Awal (DPA) sangat penting dilakukan oleh orangtua dan guru PAUD guna menyelamatkan anak dari ganguan psikologis yang membuat anak menjadi stress, cemas, tidak nyaman dan tidak percaya diri khusunya selama melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR)

"Kebutuhan psikososial anak usia dini harus tetap dipenuhi di masa pandemi Covid-19. Hal itu demi menyelamatkan anak-anak dari dampak psikososial seperti stres, cemas, khawatir dan rasa takut berlebihan yang bisa mempengaruhi perilaku, mental, dan aktivitas psikososial," ujar Hasbi ketika membuka Webinar serial ketiga Kelas Orangtua Berbagi, Rumahku Sekolahku di Jakarta, Sabtu (18/7).

Seminar dalam jaringan (Webinar) ketiga ini diselenggarakan oleh Direktorat PAUD dengàn menampilkan moderator Nurfadilah, dosen Ilmu Kependidikan UNJ, praktisi PAUD, Nana Maznah P, Orangtua anak PAUD, Sigit Setiawan, Ana Ayu Ekawati dan Bunda Rizka.

Menurut Bunda Nana, perubahan rutinitas dari kondisi sebelum dan masa pandemi Covid-19 menyebabkan perasan sedih, cemas, bahkan stress. Anak usia dini menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak pandemic Covid-19, tidak hanya risiko fisik tertular virus, tetapi juga secara psikologis.

Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar membawa konsekuensi terhadap tutupnya sekolah, anak harus tinggal di rumah, tidak bisa bertemu teman-teman, dan tidak bisa bermain di luar ruangan.

Orangtua dan guru berperan dalam kondisi seperti ini, orang tua tidak stres terlebih dahulu sehingga mereka bisa memenuhi hak-hak pengasuhan anak usia dini dengan baik. Orangtua dan guru harus senantiasa memberikan pesan dan kata-kata positif.

Kreativitas orang tua dalam berinteraksi juga mempengaruhi mental anak-anak untuk tetap ceria dan mau bergaul dengan orang-orang di sekitarnya.

"Orangtua juga didorong untuk menggunakan kata-kata positif dalam menjelaskan situasi terkait pandemi, sehingga anak tidak merasa stres karena tidak aman," ujarnya. Eko

 

Sumber: http://anggunpaud.kemdikbud.go.id/index.php/berita/index/20200720102552/Dukungan-Psikologis-Awal-Dimasa-Pandemik-Jauhkan-Anak-PAUD-Dari-Stress-Cemas-Dan-Bosan-Selama-BDR

Statistik Pengunjung

4.png2.png2.png0.png0.png
Today129
Yesterday311
This week1401
This month6494
Total42200

Who Is Online

4
Online