Pemanfaatan BOS dalam Pendidikan Normal Baru

(Jakarta/Itjen Kemendikbud) Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar webinar seri ke-5 dengan tema "Seru Belajar Kebiasaan Baru", Sabtu (25/7). Dalam kesempatan ini, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Chatarina Muliana Girsang hadir sebagai narasumber dengan tema pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam Pendidikan Normal Baru.

Terdapat 3 (tiga) regulasi, BOS Reguler, BOP PAUD, maupun BOS Afirmasi dan Kinerja yang mendapat relaksasi dalam rangka mendukung kebijakan pembelajaran selama masa pandemi. Ketiganya adalah Permendikbud Nomor 19 tahun 2020 tentang perubahan atas Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis atas BOS Reguler, lalu Permendikbud 20 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendikbud 13 Tahun 2020 tentang Juknis DAK dan Nonfisik BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan, serta Permendikbud 24 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis BOS Afirmasi dan BOS Kinerja.

Selama masa kedaruratan Kesehatan Covid-19, sekolah dapat menggunakan dana BOS untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman (disinfektan), masker atau penunjang kebersihan lainnya. Pembelian pulsa, paket data, dan atau layanan Pendidikan daring berbayar bagi pendidik atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah, serta komponen pembiayaan honorarium bagi tenaga honorer yang tidak dibatasi persentasenya.

“Dana BOS bisa dipergunakan untuk membeli pulsa Internet bagi guru maupun siswa dalam mendukung masa pembelajaran dari rumah selama masa darurat Covid-19,” ujar Chatarina.

Mengenai alokasi honorarium tenaga honor yang terdampak oleh Covid-19 bahkan bisa dialokasikan oleh dana BOS hingga 100% sepanjang 11 komponen lainnya sudah dapat terbiayai oleh Pemerintah Daerah (APBD). “Jangan sampai alokasi untuk tenaga honorer sangat maksimal, Jika 11 komponen tersebut lainnya  malah meminta pungutan/sumbangan wajib dari orangtua, hal ini bisa menyebabkan potensi adanya pungutan liar,” tambahnya.

Adapun 11 komponen tersebut adalah Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB); Pengembangan Perpustakaan; Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakulikuler; Kegiatan Asesmen/Evaluasi Pembelajaran;Administrasi Kegiatan Sekolah; Pengembangan Profesi GTK;Langganan Daya dan Jasa;Pemeliharaan Sarana dan Prasarana;Penyediaan Multimedia Pembelajaran; Penyelenggaraan Burda Kerja, PKI, PKL, sertifikasi profesi, serta penyelenggaraan Uji Kompetensi Keahlian, Sertifikasi Kompetensi Keahlian, dan Uji Kemampuan Bahasa Asing.

Selain Inspektur Jenderal, berbagai tokoh menyampaikan materi dan praktik baik pelaksanaan pembelajaran dalam kenormalan baru. Pembicara tersebut adalah Lilis Ratnasari (Kepala SDN 007 Cipaganti Kota Bandung), Fadli (Presenter dan Ayah), Zahwa Diva Mulia (Atlit Pencak Silat, Siswa Berprestasi dari Sulawesi Tengah). Acara ini sendiri dimoderatori oleh  Hendarman selaku Kepala Pusat Penguatan Karakter dan Lestari Yuniarti (Analis Pendidikan Kemendikbud). (MBS)

Sumber: https://itjen.kemdikbud.go.id/public/post/detail/pemanfaatan-bos-dalam-pendidikan-normal-baru

Statistik Pengunjung

4.png2.png2.png0.png2.png
Today131
Yesterday311
This week1403
This month6496
Total42202

Who Is Online

1
Online