Webinar: Sosialisasi Penjaminan Mutu Pendidikan Oleh BP PAUD Dan Dikmas Provinsi NTT

Webinar: Sosialisasi Penjaminan Mutu Pendidikan Oleh BP PAUD Dan Dikmas Provinsi NTT

 

KUPANG – Penjaminan Mutu pendidikan adalah amanat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian ditegaskan lebih lanjut dalam Permendiknas Nomor 63 tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan  yang menyebutkan bahwa ”Penjaminan mutu pendidikan adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, Pemerintah Daerah, Pemerintah, dan masyarakat untuk menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan.” Sebagai tujuan akhir dari SPMP adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pemenuhan dan penjaminan mutu pendidikan ini merupakan tanggung jawab dari setiap komponen di satuan pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan pada satuan pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya budaya mutu pada seluruh komponen satuan pendidikan. Oleh karena itu, pada pelaksanaan sistem penjaminan mutu pendidikan pada satuan pendidikan dilakukan dengan pendekatan pelibatan seluruh komponen satuan pendidikan (whole school approach) agar seluruh komponen satuan pendidikan bersama-sama memiliki budaya mutu

Sistem penjaminan mutu PAUD, Dikdas, dan Dikmen dikembangkan agar penjaminan mutu dapat berjalan dengan baik pada segala lapisan pengelolaan PAUD, Dikdas, dan Dikmen. Sistem penjaminan mutu PAUD, Dikdas, dan Dikmen terdiri dari dua komponen yaitu Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). SPME adalah sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, lembaga akreditasi dan lembaga standardisasi pendidikan. SPMI adalah sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen dalam satuan pendidikan. SPMI, yang selanjutnya disebut sebagai sistem penjaminan mutu pendidikan pada satuan pendidikan, mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya untuk mencapai SNP. Satuan pendidikan menerapkan keseluruhan siklus dalam sistem penjaminan mutu secara mandiri dan berkesinambungan hingga terbangun budaya mutu di satuan pendidikan. Budaya mutu akan mendorong satuan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara terus menerus sehingga mutu pendidikan akan meningkat secara konsisten dari waktu ke waktu secara bertahap hingga dipenuhinya standar yang telah ditetapkan atau bahkan melampaui standar tersebut. Sistem penjaminan mutu ini dievaluasi dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh satuan pendidikan untuk ditetapkan oleh satuan pendidikan dan dituangkan dalam pedoman pengelolaan satuan pendidikan serta disosialisasikan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan.

Atas dasar inilah, Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTT) melaksanakan Webinar: Sosialisasi Penjaminan Mutu Pendidikan pada Senin (28/06/2021), yang dimulai tepat pukul 09.00 WITA.

Pelaksanaan Sosialisasi Penjaminan Mutu Pendidikan bertujuan untuk memasti-kan bahwa keseluruhan unsur yang meliputi lembaga, organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait pada satuan pendidikan dapat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk menjamin terwujudnya budaya mutu di satuan pendidikan.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan Sosialisasi ini adalah Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTT dapat memahami tentang peran BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTT dalam fasilitasi penjaminan mutu Pendidikan dan juga memahami tentang peran Pemerintah Daerah dalam peningkatan mutu pendidikan di daerah. Selain itu kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman tentang fungsi instrumen Penilaian Prasyarat Akreditasi (PPA) dalam kegiatan Pemetaan Mutuserta prosedur pemenuhan Standar Nasional Pendidikan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTT, Maria B. Advensia, S.H., M.Hum. dengan materi Peran BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTT dalam Fasilitasi Penjaminan Mutu Pendidikan.

Dalam materinya, Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTT juga menjelaskan tentang target pengumpulan data mutu di Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTT. Total keseluruhan lembaga yang akan dipetakan mutunya adalah 5804 lembaga dengan rincian sebagai berikut:

  1. TK sebanyak 1.600 lembaga
  2. KB sebanyak 3.590 lembaga
  3. TPA sebanyak 24 lembaga
  4. SPS sebanya 331 lembaga
  5. PKBM sebanyak 239 lembaga
  6. SKB sebanyak 20 lembaga

Selain Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTT, terdapat 3 narasumber lainnya yang berasal dari unsul Dinas Pendidikan dan Asessor BAN PAUD dan PNF diantaranya adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si. dengan judul materi Peran Pemerintah Daerah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Daerah. Dari unsur assessor adalah Pengelola PAUD Buinoni Kabupaten TTS, Yedeleta L. Nubatonis, S.E., S.Pd. dengan judul materi Fungsi Instrumen Penilaian Prasyarat Akreditasi (PPA) dalam Kegiatan Pemetaan Mutu, dan Ketua Forum PKBM Provinsi Nusa Tenggara Timur, Aram Koilifai, S.H., dengan judul materi Prosedur Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan.

 

Penulis: Chyntia M
diunggah oleh Tim Pengelola Laman BP PAUD dan Dikmas Prov. NTT

Statistik Pengunjung

1.png8.png6.png7.png3.png7.png
Today247
Yesterday657
This week2965
This month9754
Total186737

Who Is Online

2
Online